BAHARO — Kelompok Dasawisma Bugenvil Baharo, Jorong Lasi Mudo, Nagari Lasi, mengambil langkah proaktif dalam menangkal dampak negatif kecanduan gawai (gadget) pada anak. Melalui inisiatif swadaya, mereka mendirikan "Pojok Baca Dasawisma," sebuah fasilitas sederhana namun bermakna yang menyediakan akses buku bacaan bagi anak-anak di lingkungan setempat.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mendalam para ibu anggota dasawisma terhadap maraknya penggunaan gadget di kalangan anak-anak usia dini. Paparan layar yang berlebihan dinilai membawa pengaruh buruk, mulai dari penurunan minat belajar, gangguan konsentrasi, hingga perilaku yang kurang bersosialisasi.
"Kami melihat anak-anak sekarang lebih asyik dengan dunianya sendiri bersama HP daripada berinteraksi dengan teman sebaya atau membaca buku. Ini sangat mengkhawatirkan untuk tumbuh kembang mereka," ujar salah satu pengurus Dasawisma Bugenvil Baharo.
Pojok baca ini didesain senyaman mungkin dengan konsep lesehan di atas karpet, menggunakan rak buku sederhana yang diisi dengan koleksi buku cerita, buku pengetahuan umum, dan buku edukasi anak. Terlihat antusiasme anak-anak yang tinggi saat berkumpul bersama untuk membaca buku bergambar dan saling berdiskusi tentang isi buku.
Suasana ini sangat kontras dengan kebiasaan bermain gadget yang cenderung individualistis. Melalui aktivitas membaca bersama di pojok baca ini, anak-anak didorong untuk kembali bersosialisasi, berinteraksi, dan meningkatkan kemampuan literasi mereka sejak dini.
"Harapan kami, pojok baca ini dapat menjadi alternatif kegiatan yang positif dan edukatif. Setidaknya, kami bisa mengalihkan perhatian mereka dari gadget dan menanamkan benih kecintaan pada buku dan ilmu pengetahuan," pungkas pengurus tersebut.
Kehadiran Pojok Baca Dasawisma ini menjadi bukti nyata peran aktif komunitas dalam menjaga generasi penerus dari pengaruh buruk teknologi, sekaligus membangun budaya literasi dari tingkat basis.
.jpeg)

.jpeg)

Posting Komentar