A. Kondisi Umum Nagari
Nagari Lasi Terletak di
sebelah utara lereng gunung Marapi, dengan ketinggian ±1.100 mdpl, dan berjarak kira-kira 13.15 km
Sebelah Selatan Kota Bukittinggi, terdapat sebuah nagari yang subur yang bernama Nagari Lasi, dalam wilayah administrasi Kecamatan
Canduang, daerah Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.
Menurut cerita (legenda) yang berkembang ada
beberapa versi cikal-bakal nama Nagari Lasi di tengah-tengah masyarakat,
diantaranya ada yang mengatakan berasal dari sejenis Batang Kayu, bernama kayu
Lasi dan ada yang mengatakan, saat beberapa rombongan yang tiba ditempat yang
subur ini, pada mulanya rombongan
tersebut mencari sumber air, maka masing-masing rombongan berhasil (lah asia),
menemukan sumber mata air (sasokan). Rombongan pertama (tertua) telah berhasil
(lah asia), menemukan sumber air di sebelah timur (ujung), disebut lah asia nan
Tuo lama-lama dialek berubah menjadi Lasi Tuo, demikian juga dengan Lasi Mudo.
Nagari Lasi secara administratif berbatasan dengan:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Nagari Balai Gurah
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunung Marapi
- Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Canduang Koto Laweh
- Sebelah Barat berbatasan dengan Nagri Bukik Batabuah
2.1 Nagari Lasi terletak di Kecamatan Canduang yang terdiri dari 3 (Tiga) Jorong dengan luas 20,34 km2 Jumlah dan Penyebaran
Penduduk Nagari Lasi yang terdiri dari tiga Jorong berjumlah 6.745 dengan
Jumlah Kepala keluarga 2050. KONDISI NAGARI
2.1.1 Asal-usul
Nagari Lasi
Terletak di sebelah
utara lereng gunung Marapi, dengan ketinggian ±1.100 mdpl, dan berjarak kira-kira 13.15 km
Sebelah Selatan Kota Bukittinggi, terdapat sebuah nagari yang subur yang bernama Nagari Lasi, dalam wilayah administrasi Kecamatan
Canduang, daerah Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.
Menurut cerita (legenda) yang berkembang ada
beberapa versi cikal-bakal nama Nagari Lasi di tengah-tengah masyarakat,
diantaranya ada yang mengatakan berasal dari sejenis Batang Kayu, bernama kayu
Lasi dan ada yang mengatakan, saat beberapa rombongan yang tiba ditempat yang
subur ini, pada mulanya rombongan
tersebut mencari sumber air, maka masing-masing rombongan berhasil (lah asia),
menemukan sumber mata air (sasokan). Rombongan pertama (tertua) telah berhasil
(lah asia), menemukan sumber air di sebelah timur (ujung), disebut lah asia nan
Tuo lama-lama dialek berubah menjadi Lasi Tuo, demikian juga dengan Lasi Mudo.
Penduduk masyarakat Nagari Lasi menurut cerita
berasal dari dua gelombang arah, pertama datang dari arah timur tepatnya dari
Bungo Sitangkai sebagai anak kamanakan Dt. Katumangguangan dan kedua datang
dari arah Barat tepatnya dari Pariangan Padang Panjang melewati Nagari Sungai
Pua dan sebagian menetap di Nagari Lasi sebagai anak kamanakan Dt. Parpatiah Nan Sabatang.
Sampai hari ini belum
ditemukan ada bukti yang otentik yang bisa dijadikan pegangan mengenai
asal-usul orang Lasi, maupun mengenai nama Nagari Lasi.
Menjadi tugas dan tanggung jawab masyarakat dan seluruh pemangku
kepentingan, seperti Pemerintah Nagari, tokoh masyarakat, kaum
Cendikiawan, Pemuda Pemudi, kaum Intelektual, baik yang berada di kampung maupun yang berada
dirantau untuk memikirkan kemajuan kampung halaman di masa yang akan datang.
2.1.2 Geografis dan Topografis nagari
Nagari Lasi secara administratif
berbatasan dengan:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Nagari Balai Gurah
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunung Marapi
- Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Canduang Koto Laweh
- Sebelah Barat berbatasan dengan Nagri Bukik Batabuah
Nagari Lasi terletak di Kecamatan Canduang yang terdiri dari 3 (Tiga) Jorong dengan luas 20,34 km2. Dengan uraian sebagai berikut:
Tabel. 2
Luas Nagari Lasi
PerJorong
|
NO |
JORONG |
LUAS ( Km ) |
|
1. |
Lasi Tuo |
7,76 |
|
2. |
Lasi Mudo |
10,39 |
|
3. |
Pasanehan |
2,19 |
|
Jumlah |
20,34 |
|
Sumber : Kecamatan Canduang Dalam Angka
Nagari Lasi mempunyai Topografi yaitu kemiringan, ketinggian dan morfologi
daratan, wilayah pegunungan,
dataran tinggi dan dataran rendah. Nagari Lasi terletak pada daerah yang relatif yang
bergelombang dan berbukit. Nagari
Lasi terletak pada ketinggian 1100 m di atas permukaan laut.
2.1.3 Demografi
Jumlah penduduk Nagari Lasi berdasarkan hasil
pendataan oleh Tim Pendataan Nagari pada tahun 2014 berjumlah 6683 jiwa dengan 1159 Kepala Keluarga. Jumlah penduduk terbesar
terdapat di Jorong Lasi Mudo dari
seluruh jumlah penduduk Nagari Lasi, jumlah penduduk terendah terdapat di
Jorong Pasanehan.
Tabel. 3
Jumlah dan Penyebaran Penduduk Nagari Lasi tahun
2014
|
No |
Jorong |
Jumlah Penduduk |
% |
|
1 |
Lasi Tuo |
1972 |
29,50 |
|
2 |
Lasi Mudo |
3276 |
49,01 |
|
3 |
Pasanehan |
1435 |
21,47 |
|
|
Jumlah |
6683 |
100 |
Sumber : Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Kabupaten Agam tahun 2013
Penduduk Nagari Lasi menurut jenis kelamin pada
tahun 2014 diketahui bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari pada
jumlah penduduk laki-laki, penduduk perempuan berjumlah 3359 jiwa (50,26 % )
dan penduduk laki-laki berjumlah 3324 jiwa (49,74 %).
Tabel.
4
Data Jumlah Penduduk Lasi menurut Jenis Kelamin
Tahun 2014
|
No |
Jorong |
Laki-laki |
Perempuan |
Total |
|||
|
Jmlh |
% |
Jmlh |
% |
Jmlh |
% |
||
|
1. |
Lasi Tuo |
992 |
50,30 |
980 |
49,69 |
1972 |
29,50 |
|
2. |
Lasi Mudo |
1610 |
49,14 |
1666 |
50,85 |
3276 |
49,01 |
|
3. |
Pasanehan |
722 |
50,31 |
713 |
49,68 |
1435 |
21,47 |
Sumber : Data Dinas Kependudukan & Pecatatan Sipil Kab.
Agam tahun 2014
Banyaknya jumlah penduduk perempuan dibandingkan
dengan jumlah penduduk laki-laki di Nagari Lasi, hal ini menunjukan bahwa
penduduk laki-laki cenderung untuk pergi merantau ke berbagai kota/wilayah yang
ada di Indonesia, dan penduduk yang merantau rata-rata berusia 19 – 34 tahun,
sedangkan penduduk laki-laki yang bekerja di Nagari Lasi bekerja di sektor pertanian, perdagangan, PNS, karyawan swasta
dan lain-lain.
2.1.4 Keadaan Sosial Budaya
Jumlah Keluarga di
Nagari Lasi sebanyak 1667. Jumlah KK Miskin sebanyak 312 Keluarga, yang mana
jumlah KK Miskin terbanyak berdasarkan persentase jumlah KK pada masing-masing
adalah di Jorong Lasi Tuo, kemudian Jorong Lasi Mudo, dan yang terakhir Jorong
Pasanehan, sebagaimana yang tercantum dalam tabel berikut :
Tabel.
6
Data Penduduk Nagari Lasi
berdasarkan KK dan KK Miskin
|
No |
Jorong |
Jumlah KK |
KK Miskin |
||
|
Jumlah |
% |
Jumlah |
% |
||
|
1. |
Lasi Tuo |
491 |
29,48 |
124 |
25,45 |
|
2. |
Lasi Mudo |
799 |
47,98 |
133 |
17,64 |
|
3. |
Pasanehan |
375 |
22,52 |
46 |
12,26 |
|
|
Total |
1665 |
|
312 |
18,73 |
Sumber: Verifikasi Tim Penyusun RPJM Nagari Lasi Tahun 2014
2.2
Kondisi
Pemerintahan Nagari
2.2.1 Sejarah
Pemerintahan Nagari Lasi
Semenjak nagari Lasi berdiri sebagai sebuah
wilayah administratif di bawah pengawasan pemerintah Hindia Belanda pada tahun
1880 hingga sekarang, nagari Lasi telah dipimpin oleh 22 orang Walinagari
dengan nama-nama sebagai berikut:
Tabel 1
Nama-nama Walinagari Lasi
|
No |
Nama Wali Nagari |
Periode |
Keterangan |
|
1 |
Abdul
Ghani |
1880-1900 |
|
|
2 |
Dt. Rajo Lelo |
1900-1914 |
|
|
3 |
Dt. Sati Nan Kuniang |
1914-1924 |
|
|
4 |
Dt. Tumbijo |
1924-1934 |
|
|
5 |
Dt. Kudun |
1934-1939 |
|
|
6 |
Dt. Marajo |
1939-1944 |
|
|
7 |
Dt. Tumangguang |
1934-1944 |
|
|
8 |
H.
Musa |
1944-1946 |
|
|
9 |
Udin
Malin Daro |
1946-1948 |
|
|
10 |
Darwis
Dt.
Tumangguang |
1948-1953 |
|
|
11 |
Katik
Sipado |
1953-1958 |
|
|
12 |
Zaini Gadang
Nan Basa |
1958-1963 |
|
|
13 |
Jakfar
Sutan Maruhun |
1963-1968 |
|
|
14 |
Dt. Rajo Endah |
1968-1978 |
|
|
15 |
Janawi.
Dt Gamuak |
1978-1983 |
|
|
16 |
Mustafa |
1983-1985 |
|
|
17 |
Pemerintahan
Desa |
1985-2001 |
|
|
18 |
Suhaili
Dt Yang Sati |
2001-2002 |
|
|
19 |
Suardi
Mahmud Bdr Putiah |
2002-2007 |
|
|
20 |
H.
Suhaili Abdar Pakiah Mangkudun |
2007-2008 |
|
|
21 |
Masril
Khatib Bandaro |
2009-2014 |
|
|
22 |
Muhammad Zakir Khatib
Sipado |
2014-2020 |
|
|
23 |
Ifradi |
2021 |
Pj
Walinagari |
|
24 |
Alfiandri |
2021 |
|
|
25 |
Adrizal |
2021-2029 |
|
2.2.2 Iklim
Suhu rata-rata di Nagari Lasi berkisar 240 C – 260 C Sedangkan curah hujan cukup tinggi pertahun, yaitu 2000-3000 mm / tahun tanpa bulan kering.
2.2.3 Jenis
Tanah dan Geologi
Jenis tanah di Nagari Lasi merupakan jenis tanah yang cocok untuk pertanian, walaupun demikian
masih bisa atau mampu menampung kegiatan kegiatan lain.
2.2.4 Hidrologis
Tata air Nagari Lasi terdiri dari air permukaan dan air tanah, Nagari Lasi mempunyai banyak sumber mata air seperti Karang Panjang dan Aia Dingin, aliran anak sungai daerah serapan dan daerah
tangkapan air. Nagari Lasi juga
dilalui oleh beberapa aliran anak sungai seperti Batang Sikuau, Batang Aia Tapuak dan Batang Aia Bawah Dama yang pola alirannya berasal dari Gunung Merapi.
2.2.5 Penggunaan
Lahan
Kondisi topografi yang ada di Nagari Lasi akan mempengaruhi kehidupan
sosial ekonomi masyarakat dan ketersediaan lahan. Penggunaan lahan di Nagari
Lasi didominasi areal pertanian ( sawah, tegalan), lalu perkebunan dan hutan,
kemudian areal perumahan, sarana prasarana, pekarangan, dan bentuk lainnya
Gerakan PKK merupakan gerakan pembangunan yang
dicanangkan pemerintah sebagai motor penggeraknya. Sebagai dasar pelaksanaan
gerakan PKK adalah Peraturan Metri Dalam Negri Nomor 1 Tahun 2013 tentang
Pemberdayaan melalui gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Keputusan
mentri Dalam Negri Nomor 411.4.4946 Tahun 2021 tentang pengesahan Keputusan
Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tentang Hasil Rapat Kerja Nasional IX PKK Tahun
2021.
PKK
merupakan mitra kerja pemerintah dalam mensukseskan pembangunan dirasa sangat
penting keberadaannya, karena PKK ada disemua tingkatan dari Pusat sampai
dengan kader Dasawisma yang langsung menjangkau keluarga-keluarga sebagai
sasaran dari Gerakan PKK yang mempunyai
Visi :
Terwujudnya
keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia,
Berbudi Luhur, Sehat Sejahtera Lahir dan Bathin.
.jpg)
Posting Komentar