Headlines News :
Home » » Test

Test

Written By Dasawisma Bugenvile Baharo on Rabu, 16 September 2026 | September 16, 2026

  



A.     Kondisi Umum Nagari

Nagari Lasi Terletak di sebelah utara lereng gunung Marapi, dengan ketinggian ±1.100 mdpl, dan berjarak kira-kira 13.15 km Sebelah Selatan Kota Bukittinggi, terdapat sebuah nagari yang subur yang bernama Nagari Lasi, dalam wilayah administrasi Kecamatan Canduang, daerah Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.

Menurut cerita (legenda) yang berkembang ada beberapa versi cikal-bakal nama Nagari Lasi di tengah-tengah masyarakat, diantaranya ada yang mengatakan berasal dari sejenis Batang Kayu, bernama kayu Lasi dan ada yang mengatakan, saat beberapa rombongan yang tiba ditempat yang subur ini, pada mulanya rombongan tersebut mencari sumber air, maka masing-masing rombongan berhasil (lah asia), menemukan sumber mata air (sasokan). Rombongan pertama (tertua) telah berhasil (lah asia), menemukan sumber air di sebelah timur (ujung), disebut lah asia nan Tuo lama-lama dialek berubah menjadi Lasi Tuo, demikian juga dengan Lasi Mudo.

Nagari Lasi secara administratif berbatasan dengan:

-   Sebelah Utara berbatasan dengan Nagari Balai Gurah

-   Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunung Marapi

-   Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Canduang Koto Laweh

-   Sebelah Barat berbatasan dengan Nagri Bukik Batabuah

2.1       Nagari Lasi terletak di Kecamatan Canduang yang terdiri dari 3 (Tiga) Jorong dengan luas 20,34 km2 Jumlah dan Penyebaran Penduduk Nagari Lasi yang terdiri dari tiga Jorong berjumlah 6.745 dengan Jumlah Kepala keluarga 2050. KONDISI NAGARI

2.1.1    Asal-usul Nagari Lasi

Terletak di sebelah utara lereng gunung Marapi, dengan ketinggian ±1.100 mdpl, dan berjarak kira-kira 13.15 km Sebelah Selatan Kota Bukittinggi, terdapat sebuah nagari yang subur yang bernama Nagari Lasi, dalam wilayah administrasi Kecamatan Canduang, daerah Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.

Menurut cerita (legenda) yang berkembang ada beberapa versi cikal-bakal nama Nagari Lasi di tengah-tengah masyarakat, diantaranya ada yang mengatakan berasal dari sejenis Batang Kayu, bernama kayu Lasi dan ada yang mengatakan, saat beberapa rombongan yang tiba ditempat yang subur ini, pada mulanya rombongan tersebut mencari sumber air, maka masing-masing rombongan berhasil (lah asia), menemukan sumber mata air (sasokan). Rombongan pertama (tertua) telah berhasil (lah asia), menemukan sumber air di sebelah timur (ujung), disebut lah asia nan Tuo lama-lama dialek berubah menjadi Lasi Tuo, demikian juga dengan Lasi Mudo.

Penduduk masyarakat Nagari Lasi menurut cerita berasal dari dua gelombang arah, pertama datang dari arah timur tepatnya dari Bungo Sitangkai sebagai anak kamanakan Dt. Katumangguangan dan kedua datang dari arah Barat tepatnya dari Pariangan Padang Panjang melewati Nagari Sungai Pua dan sebagian menetap di Nagari Lasi sebagai anak kamanakan Dt. Parpatiah Nan Sabatang.

Sampai hari ini belum ditemukan ada bukti yang otentik yang bisa dijadikan pegangan mengenai asal-usul orang Lasi, maupun mengenai nama Nagari Lasi.

Menjadi tugas dan tanggung jawab masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, seperti Pemerintah Nagari, tokoh masyarakat, kaum Cendikiawan, Pemuda Pemudi, kaum Intelektual, baik yang berada di kampung maupun yang berada dirantau untuk memikirkan kemajuan kampung halaman di masa yang akan datang.

 

2.1.2  Geografis dan Topografis nagari

Nagari Lasi secara administratif berbatasan dengan:

-   Sebelah Utara berbatasan dengan Nagari Balai Gurah

-   Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunung Marapi

-   Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Canduang Koto Laweh

-   Sebelah Barat berbatasan dengan Nagri Bukik Batabuah

Nagari Lasi terletak di Kecamatan Canduang yang terdiri dari 3 (Tiga) Jorong dengan luas 20,34 km2. Dengan uraian sebagai berikut:

Tabel. 2

Luas Nagari Lasi PerJorong

NO

JORONG

LUAS ( Km )

1.

Lasi Tuo

7,76

2.

Lasi Mudo

10,39

3.

Pasanehan

2,19

Jumlah

20,34

Sumber : Kecamatan Canduang Dalam  Angka

 

Nagari Lasi mempunyai Topografi yaitu kemiringan, ketinggian dan morfologi daratan, wilayah pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah. Nagari Lasi terletak pada daerah yang relatif yang bergelombang dan berbukit. Nagari Lasi terletak pada ketinggian 1100 m di atas permukaan laut.

 

2.1.3  Demografi

Jumlah penduduk Nagari Lasi berdasarkan hasil pendataan oleh Tim Pendataan Nagari pada tahun 2014 berjumlah 6683 jiwa dengan 1159 Kepala Keluarga. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Jorong Lasi Mudo dari seluruh jumlah penduduk Nagari Lasi, jumlah penduduk terendah terdapat di Jorong Pasanehan.

 

Tabel. 3

Jumlah dan Penyebaran Penduduk Nagari Lasi tahun 2014

No

Jorong

Jumlah Penduduk

%

1

Lasi Tuo

1972

29,50

2

Lasi Mudo

3276

49,01

3

Pasanehan

1435

21,47

 

Jumlah

6683

100

Sumber : Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam tahun 2013

Penduduk Nagari Lasi menurut jenis kelamin pada tahun 2014 diketahui bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari pada jumlah penduduk laki-laki, penduduk perempuan berjumlah 3359 jiwa (50,26 % ) dan penduduk laki-laki berjumlah 3324 jiwa (49,74 %).

 

Tabel. 4

Data Jumlah Penduduk Lasi menurut Jenis Kelamin Tahun 2014

No

Jorong

Laki-laki

Perempuan

Total

Jmlh

%

Jmlh

%

Jmlh

%

1.

Lasi Tuo

992

50,30

980

49,69

1972

29,50

2.

Lasi Mudo

1610

49,14

1666

50,85

3276

49,01

3.

Pasanehan

722

50,31

713

49,68

1435

21,47

Sumber : Data Dinas Kependudukan & Pecatatan Sipil Kab. Agam tahun 2014

    

Banyaknya jumlah penduduk perempuan dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki di Nagari Lasi, hal ini menunjukan bahwa penduduk laki-laki cenderung untuk pergi merantau ke berbagai kota/wilayah yang ada di Indonesia, dan penduduk yang merantau rata-rata berusia 19 – 34 tahun, sedangkan penduduk laki-laki yang bekerja di Nagari Lasi bekerja di sektor  pertanian, perdagangan, PNS, karyawan swasta dan lain-lain.

 

2.1.4  Keadaan Sosial Budaya

          Jumlah Keluarga di Nagari Lasi sebanyak 1667. Jumlah KK Miskin sebanyak 312 Keluarga, yang mana jumlah KK Miskin terbanyak berdasarkan persentase jumlah KK pada masing-masing adalah di Jorong Lasi Tuo, kemudian Jorong Lasi Mudo, dan yang terakhir Jorong Pasanehan, sebagaimana yang tercantum dalam tabel berikut :

 

Tabel. 6

Data Penduduk Nagari Lasi berdasarkan KK dan KK Miskin

No

Jorong

Jumlah KK

KK Miskin

Jumlah

%

Jumlah

%

1.

Lasi Tuo

491

29,48

124

25,45

2.

Lasi Mudo

799

47,98

133

17,64

3.

Pasanehan

375

22,52

46

12,26

 

Total

1665

 

312

18,73

Sumber: Verifikasi Tim Penyusun RPJM Nagari Lasi Tahun 2014

2.2               Kondisi Pemerintahan Nagari

2.2.1  Sejarah Pemerintahan Nagari Lasi

Semenjak nagari Lasi berdiri sebagai sebuah wilayah administratif di bawah pengawasan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1880 hingga sekarang, nagari Lasi telah dipimpin oleh 22 orang Walinagari dengan nama-nama sebagai berikut:

Tabel 1

Nama-nama Walinagari Lasi

No

Nama Wali Nagari

Periode

Keterangan

1

Abdul Ghani

1880-1900

 

2

Dt. Rajo Lelo

1900-1914

 

3

Dt. Sati Nan Kuniang

1914-1924

 

4

Dt. Tumbijo

1924-1934

 

5

Dt. Kudun

1934-1939

 

6

Dt. Marajo

1939-1944

 

7

Dt. Tumangguang

1934-1944

 

8

H. Musa

1944-1946

 

9

Udin Malin  Daro

1946-1948

 

10

Darwis Dt. Tumangguang

1948-1953

 

11

Katik Sipado

1953-1958

 

12

Zaini Gadang Nan Basa

1958-1963

 

13

Jakfar Sutan Maruhun

1963-1968

 

14

Dt. Rajo Endah

1968-1978

 

15

Janawi. Dt Gamuak

1978-1983

 

16

Mustafa

1983-1985

 

17

Pemerintahan Desa

1985-2001

 

18

Suhaili Dt Yang Sati

2001-2002

 

19

Suardi Mahmud Bdr Putiah

2002-2007

 

20

H. Suhaili  Abdar Pakiah Mangkudun

2007-2008

 

21

Masril Khatib Bandaro

2009-2014

 

22

Muhammad Zakir Khatib Sipado

2014-2020

 

23

Ifradi

2021

Pj Walinagari

24

Alfiandri

2021

 

25

Adrizal

2021-2029

 

             

2.2.2  Iklim

Suhu rata-rata di Nagari Lasi berkisar 240 C – 260 C Sedangkan curah hujan cukup tinggi pertahun, yaitu 2000-3000 mm / tahun tanpa bulan kering.

2.2.3    Jenis Tanah dan Geologi

Jenis tanah di Nagari Lasi merupakan jenis tanah yang cocok untuk pertanian, walaupun demikian masih bisa atau mampu menampung kegiatan kegiatan lain.

2.2.4    Hidrologis

Tata air Nagari Lasi terdiri dari air permukaan dan air tanah, Nagari Lasi mempunyai banyak sumber mata air seperti Karang Panjang dan Aia Dingin, aliran anak sungai daerah serapan dan daerah tangkapan air. Nagari Lasi juga dilalui oleh beberapa aliran anak sungai seperti Batang Sikuau,  Batang Aia Tapuak dan Batang Aia Bawah Dama yang pola alirannya berasal dari Gunung Merapi.

2.2.5    Penggunaan Lahan

Kondisi topografi yang ada di Nagari Lasi akan mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan ketersediaan lahan. Penggunaan lahan di Nagari Lasi didominasi areal pertanian ( sawah, tegalan), lalu perkebunan dan hutan, kemudian areal perumahan, sarana prasarana, pekarangan, dan bentuk lainnya

                 Gerakan PKK merupakan gerakan pembangunan yang dicanangkan pemerintah sebagai motor penggeraknya. Sebagai dasar pelaksanaan gerakan PKK adalah Peraturan Metri Dalam Negri Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan melalui gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Keputusan mentri Dalam Negri Nomor 411.4.4946 Tahun 2021 tentang pengesahan Keputusan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tentang Hasil Rapat Kerja Nasional IX PKK Tahun 2021.

                 PKK merupakan mitra kerja pemerintah dalam mensukseskan pembangunan dirasa sangat penting keberadaannya, karena PKK ada disemua tingkatan dari Pusat sampai dengan kader Dasawisma yang langsung menjangkau keluarga-keluarga sebagai sasaran dari Gerakan PKK yang mempunyai

Visi :

 Terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, Berbudi Luhur, Sehat Sejahtera Lahir dan Bathin.

 

 

 

 

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Hutri | Rajo Production
Copyright © 2011. Dasawisma Bugenvile Baharo - All Rights Reserved
Template Created by Hutri Published by Rajo Production
Proudly powered by Rajo Prodution